Inspirasi Foto Prewedding Casual di Inggris

Halo semua,

Di blog ini aku akan membahas mengenai pengalamanku foto prewedding di Inggris. Inggris adalah negara dimana kami berdua bertemu dan kuliah bersama. Jadi, kami sengaja memilih Inggris karena memang negara ini sangat berkesan untuk kami berdua dan bukan hanya ‘objek foto’.

aulia-and-adhi-cambridge-colour-29-december-2015-267

Kami memang sudah keukeuh banget nih tidak akan mau menerbangkan fotografer dari Indonesia. Kenapa? Pertimbangan kami tentunya biaya dan kami lebih menginginkan fotografer yang sudah tau ‘medannya’. Semakin seram pas dengar gosip ada beberapa fotografer Indonesia yang minta terbangnya naik bisnis kalau ke luar negeri…. Krik. Aku dan fiance saja tidak naik bisnis hehehehe.

Untuk foto prewedding di Inggris, kami memakai salah satu lokal fotografer. Fotograferku mematok harga £300 (4.5 juta) untuk 1 hari. Perjuangan sih mencari fotografer yang pas, aku dan fiance hampir 2 minggu-an email berapa puluh fotografer demi mendapatkan style dan harga yang pas. Oh iya, kebanyakan fotografer charge harga sekitar £200-£300 tapi hanya untuk 2 jam, yang menurutku dan fiance tidak akan cukup.

Selain fotografer, aku juga menyewa makeup artis dengan biaya sebanyak £120 (1.8 juta) untuk 1 hari makeup dan hairdo. Awalnya sebetulnya aku sudah takut dimake-up sama bule, takutnya dia tidak terbiasa dengan wajah/kulit Asia dan biasanya kan makeup bule light banget ya, tapi surprisingly makeup dia bagus banget! Jadi, total untuk foto dan makeup sekitar 6.3 juta per hari. Yang paling penting, harga jauh lebih murah lho brides daripada menerbangkan fotografer dan MUA dari Indonesia, even dibandingkan dengan Sweet Escape by Axioo. Setelah banyak pikir-pikir, kami memutuskan untuk menyewa fotografer & MUA yang sama untuk 3 hari di 3 kota yang berbeda.

(Baca juga tentang vendor foto murah dan berkualitas pilihan aku disini atau tentang vendor musik & entertainment disini, brides!)

Untuk tema, foto prewedding kami lebih ke arah casual. Instead of photos yang over-the-top grandiose, kami lebih menginginkan foto-foto yang menggambarkan identitas dan aktivitas keseharian kami. Yang terpenting, emosi di antara kami berdua juga dapet dan yang melihat juga bisa ikut merasakan bahagianya kami.

Berhubung kami tidak memakai asisten, ternyata foto prewedding itu CAPEK BANGET lho brides. Fotografer kami kan hanya sendiri. Aku tidak kebayang deh dengan pasangan yang bisa ganti wardrobe sampai puluhan kali… Kami hanya ganti wardrobe sekali dalam sehari sudah kelimpungan, rambut berantakan, makeup hampir luntur, gigi sudah kering terlalu banyak senyum………. Akhirnya kami hanya foto-foto selama 4 jam per hari, karena memang kaki rasanya sudah mau putus. Ditambah lagi, pada saat kami foto sedang dinginnnnnn sekali sampai-sampai kami berdua jadi flu dan bersin-bersin………. Saranku kalau mau foto prewedding di negara yang 4 musim, harus dipertimbangkan banget brides musimnya apa…

Tapi, hasil akhirnya alhamdulillah memuaskan bangettt! Fotografer kami dapet banget emosi kami. Senang sekali dan insya Allah fotonya bisa disimpan buat dikasih lihat ke anak cucu kami.

The point of my story, kalau memang kebetulan kedua calon mempelai lagi sama-sama kuliah atau kerja di luar, worth it sekali untuk mencoba foto prewedding on a budget dengan menyewa fotografer dan MUA lokal!

Beberapa tips hemat foto prewedding lainnya ala AS & ASK:

  1. Kalau temanya casual, mungkin kalian bisa consider tidak memakai make-up artist dan memakai make-up sendiri. Lumayan banget brides hemat biayanya.
  2. Kalau kuliah di luar, boleh juga ask around ke PPI cabang atau PERMIAS, siapa tahu ada mahasiswa Indonesia yang hobi fotografi dan mau membantu. Eit, tapi tetap jangan lupa bayar kompensasi untuk mereka ya brides… Pasti mereka capek banget untuk foto dan edit fotonya.
  3. Nawar! Jangan lupa menawar ke fotografernya ya.. Selama sopan, it never hurts. Siapa tau beruntung.. Hehe. Kebetulan aku menawar untuk both fotografer dan MUA, dan dapet deh rejeki.

Berikut salah satu foto kami (lagi). Simpel tapi dapet banget. Just the way we like it.

aa_aulia-and-adhi-colour-23-october-2016-130

 

 

5 thoughts on “Inspirasi Foto Prewedding Casual di Inggris

    • asandask says:

      Halo @picturesbyowmo,

      Iya betul 4 jam dikali 3 hari, soalnya lokasinya berbeda-beda. Shoot pertama (2 hari) di bulan Oktober kemudian shoot ketiga (1 hari) di bulan Desember.

      Like

  1. irvan airlangga says:

    waw. sepertinya ada tambahan detail tulisan…atau saya yg kelewat bacanya ya. hehe
    6,3*3 ya…good deal sih.
    tp klo versi indonesia mgkn bisa 3 harian beneran ampe kram rahang..haha…bkn cm 12 jam aja ya. hehe

    Like

    • asandask says:

      Halo Mas Irvan, sebetulnya sih 1 hari itu sudah cukup. Rata-rata teman-temanku yang kurefer ke dia untuk foto prewed sama dia juga hanya 1 hari karena dia udah ngasih 150 foto yang diedit per hari. Kami foto sampai 3 hari hanya karena banyak mau saja untuk kenang-kenangan. Sebetulnya tidak harus sih karena akhirnya foto yang kami pajang di resepsi hanya <15.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s