Photobooth, Perlu atau Tidak?

Hai semua!

Di artikel ini, aku akan membahas soal photo booth. Sejujurnya ya, aku males banget lho punya photobooth di nikahanku. Kenapa?

Pertama, karena aku sendiri tidak pernah memakai photo booth di nikahan orang, apalagi kalau antriannya panjang. Lagian, kadang fotonya banyak ditinggal atau dibuang. Jadi menurutku foto booth itu sebetulnya butuh-butuh nggak. Kalau antriannya panjang malah bisa bikin tamu tidak nyaman. Aku juga diceritakan temanku kejadian dimana photo boothnya tidak menghormati kontrak dan malah tutup sebelum waktu yang mereka janjikan. Bahkan ada salah satu photobooth yang vendornya tidak muncul di hari H!

Kedua, harga photo booth juga tidak murah-murah banget lho sebetulnya. Misalnya, pricelist photo booth dari Little Story untuk yang Diamond Package (3 jam unlimited) itu 5 juta. Harga vendor photobooth lainnya yang juga terkenal seperti Moments To Go juga mirip-mirip, bahkan lebih mahal. Berhubung vendor-vendor sampingan seperti ini biasanya ditentukan belakangan dimana budget sudah bengkak, aku jadi semakin enggan membayar untuk photobooth.

Tapi, berhubung memang keluarga ada yang mau photo booth, aku coba carikan solusinya, yaitu photo booth digital (PBD). Ide ini aku dapatkan dari resepsi teman aku. Apa itu photobooth digital? Photo booth digital itu jadinya tidak ada stand khusus photo booth. Tamu bebas upload foto dengan hp mereka sendiri di Instagram dengan hashtag yang sudah kami sediakan. Nah, kalau mereka IGnya publik dan menaruh hashtag itu di foto mereka, foto itu akan otomatis muncul di satu board yang disediakan si vendor PBD. Nanti, hasil fotonya seperti polaroid gitu. Langkah-langkahnya kira-kira seperti ini:

Screen Shot 2017-05-23 at 11.50.52 PM

Foto diambil dari Hashtag.com. 

Ini idenya lumayan ya, karena artinya tamu tidak harus mengantri dan bebas foto sesuka mereka. Ditambah lagi, aku bisa melihat banyak foto tamu-tamu di resepsiku di IG, untuk kenang-kenangan. Untuk tamu yang tidak mempunyai IG, vendor PBD akan menyediakan asisten untuk bantu foto dari hp mereka dan upload serta print fotonya. Mungkin downsidenya adalah resolusi fotonya tidak akan sama dengan photo booth tradisional ya. Buatku tidak apalah, yang penting asyik dan ada kenangannya kan. Hehehe..

Setelah pikir-pikir, akhirnya aku memilih untuk menghubungi vendor PBD yaitu Lovebites (Instagram). Harga mereka sebetulnya mirip dengan vendor photo booth tradisional, yaitu sekitar 5 juta untuk 3 jam dan unlimited photo print. Ini termasuk 2 poster promosi hashtag, satu asisten, satu print-er, satu technician support, dan kartu instruksi buat para tamu. Mereka janji akan standby sejam sebelum acara resmi dimulai.

Marketingnya Lovebites, yaitu Mbak May, juga orangnya baik banget, bales WA cepat, dan helpful. Dia bersedia untuk menemui calon klien ke tempat tinggal mereka dengan membawa peralatan yang biasa Lovebites pakai. Temanku yang memakai mereka juga merekomen mereka, makanya aku memilih untuk menghubungi mereka. Ini beberapa contoh photo yang sudah diprint dari IG mereka.

Screen Shot 2017-05-23 at 11.49.09 PM

So, itu cerita singkatku mengenai photo booth kekinian. Aku akan mereview performance Lovebites setelah acara resepsiku, so stay tuned ya, brides!

-AS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s