Review Vendor Pernikahan Part I

Halo semua!

Di blogpost ini, aku akan mereview vendor pernikahan aku secara jujur. Vendor pernikahan yang akan aku review antara lain adalah catering, dekorasi – attire, dan wedding organizer. Perlu aku note bahwa aku melangsungkan 2 resepsi (resepsi siang dan malam) back to back plus akad di hari yang sama. Oleh karena itu, waktu di hari H aku memang mepet sekali. FYI, di resepsi siang, aku ada lebih dari 2000 tamu dan di resepsi malam kurang dari 2000.

Perlu aku note bahwa aku termasuk orang yang tidak pelit memberi nilai. Kalau vendor tersebut memenuhi ekspektasi tanpa kekurangan, aku pasti kasih 10. Kalau orang lain kan mungkin hanya baru kasih 10 kalau benar-benar luar biasa. Aku tidak begitu. Oleh karena itu, monggo dibaca yaa penjelasan dariku untuk review yang lebih bermanfaat.

Langsung saja yaa.

Baca juga perasaanku jadi penganten disini.

All photos are by Fotologue Photo.

Catering: Dwi Tunggal Citra (Rating: 10/10) – AS&ASK Recommended!

Semua orang memuji makanannya enak. Aku sendiri makan banyak dan akuin makanan DTC memang enak. Alat yang mereka gunakan cantik-cantik dan juga membantu dekor Watie Iskandar. Mereka juga banyak memberikan kami bonus. Pokoknya kami sudah tau keluarga kami akan langganan dengan DTC untuk setiap acara pernikahan (bila ada rejekinya, aamiin.. hehe..).

Tidak menyesal deh memilih DTC. 

Palingan nih, yang perlu brides perhatikan adalah pada akhir acara, terkadang pegawai mereka suka ada yang mau membawa makanannya pulang untuk diri mereka sendiri. Kalau keluarga kalian mau bawa pulang, mereka harus make sure untuk kasih tau kalau makanan tsb tidak boleh dibawa pulang oleh pihak DTC.

Dekorasi dan Attire: Watie Iskandar (Rating: 9/10)

Di hari H, Tante Watie tidak hanya mendekorasi pestaku namun juga menyiapkan baju untukku, ASK, adik-adik, dan orang tua kami. Aku harus akui bahwa Watie Iskandar memang hasil karyanya (both decor dan attire) mewah banget dan bagus banget. Vendor rekomendasi Tante Watie juga memang bagus-bagus (contohnya All Star Music yang aku review di blogpost selanjutnya adalah rekomendasi Tante Watie). Kualitas Watie Iskandar, buatku, memang tidak bisa dipungkiri. Keluargaku memakai Tante Watie tidak hanya untuk resepsi, tapi juga untuk semua acara adat (di rumah AS & ASK), lamaran, dan bahkan kamar penganten. Tamu-tamu yang datang juga banyak yang memuji dekorasi kristal dan bunga Tante Watie. Tante Watie sendiri juga begitu helpful dan bener-bener sangat peduli sama kebutuhan kami. Beliau sampai membelikan aku sendal resepsi di H-1 lho karena aku dan mamaku kelupaan.

I would have given Watie Iskandar a perfect 10 kalau hanya menilai dari resepsi malam, namun pada hari H di akad dan resepsi siang ada kejadian. Orang yang pesta malam sebelumnya di venue-ku itu keluarnya telat (jam 2.30 pagi baru keluar), sehingga pada saat akad (jam 7 pagi dekorasi sudah harus siap) dan resepsi siang, dekorasi dari Watie Iskandar belum selesai. Buat orang lain sih ini nggak begitu kentara dan banyak yang memuji dekornya bagus, tapi bagiku dan keluargaku cukup bikin stres karena yang belum selesai itu kelihatan dari pelaminan. Di gap antar resepsi siang dan malam, Tante Watie betul-betul mengejar dekornya harus sempurna di resepsi malam – and that was what happened – dekor malam baru mencapai standar Watie Iskandar.

All in all, aku akan tetap merekomendasikan Tante Watie dan mamaku juga berniat akan consider Tante Watie lagi untuk resepsi adik-adikku. Ini dengan catatan bahwa waktu antar acara tidak bisa mepet dan Tante Watie harus punya cukup waktu untuk bisa perform maksimal. Berikut beberapa foto dekorasi Tante Watie yang begitu cantik di resepsiku. Kalau menurutku aslinya lebih cantik sih, mungkin karena foto tidak bisa menangkap efek lighting secara sempurna kali ya. Thank you so much Tante Watie and team!

4022

Daerah VIP

3983

Pelaminan

3947

Daerah Penerima Tamu

Daerah Penerima Tamu II

Daerah Penerima Tamu II

Wedding Organizer: Lembayung Organizer

Jujur, aku sebenernya berat hati memberikan review yang kurang sempurna untuk Lembayung apalagi karena aku sudah kenal dekat dengan team mereka. Namun, berhubung aku tau banyak yang follow blog aku dan bahkan jadi menyewa beberapa vendor rekomendasi aku, aku akan jujur karena aku tidak mau merugikan orang.

Seperti yang sudah aku bahas sebelumnya, pestaku memang terhitung cukup besar (sekitar 2000 tamu). Kemudian, acara pernikahan aku memang back-to-back di hari yang sama dengan akad dan 2 resepsi. Untuk kedua resepsi aku juga mempunyai sekitar 300 VIP untuk setiap resepsi, yang walau tidak semuanya hadir memang tetap dalam jumlah yang banyak. Ini aku yakin menjadi challenge bagi WO manapun.

Sebetulnya Lembayung WO yang cukup profesional, namun berhubung acaraku memang super ribet, ada beberapa hal yang mereka miss. Di hari H, terutama di akad dan resepsi siang, aku merasa timekeeping-nya kurang tektok, sehingga ada beberapa bagian yang molor. Di acara kirab resepsi siang, Lembayung belum mempersiapkan anggota keluargaku untuk jalan, jadi akhirnya yang jalan hanya beberapa seadanya saja (kalau yang malam sudah siap dan lengkap). Flow tamu di resepsi siang aku juga agak berantakan, terutama pas awal acara karpet bunga diinjek-injek oleh banyak tamu – dimana jalur ini seharusnya menjadi jalur VIP. Di resepsi siang, aku juga susah mem-flag WO yang standby dekat pelaminan, jadi kalau butuh apa-apa aku tidak bisa berbuat banyak (di resepsi malam, team Lembayung yang standby dekat pelaminanku yaitu Mas Hadi jauuuuh lebih sigap dan tektok – aku dan ASK sangat amat berterimakasih untuk Mas Hadi).

Intinya sih pada resepsi siang memang kurang on time dan kurang rapi. Kalau resepsi malam alhamdulillah jauh lebih baik, karena Lembayung juga mengubah rotasi orang-orangnya yang memperhatikan kami. Untuk urusan tamu juga dibantu oleh protokoler dan orang kantor orang tua kami. Kalau ada masukan untuk Lembayung sih aku berharap mereka ke depannya bisa lebih tegas untuk ke keluarga.

Oh iya, ini semua adalah view aku sebagai penganten ya, yang hanya bisa menilai output dari kerja WO di hari H, instead of prosesnya bagaimana. Aku pribadi sebetulnya akan memberikan mereka rating 7 atau 7.5 (karena aku percaya memang ada harga ada rupa dan harga Lembayung memang jauh lebih miring dibanding ‘WO pesta besar’ lainnya seperti MKE atau Pranatacara).

Having said this, they also did a lot of things right. Seperti yang sudah aku mention, Lembayung memang salah satu WO yang harganya bersahabat dan mereka juga selalu semangat dan niat untuk mengurus pestaku (thank you so much Mbak Dian dan Mbak Devi for all of your hard work). Mereka betul-betul teliti memikirkan segala details sebelum hari H, namun menurutku eksekusi-nya saja yang belum sempurna. Mereka juga kerja banyak untuk acaraku, bahkan sampai menyewa penginapan yang dekat malam sebelumnya. Mereka juga sabar banget menghadapi banyak request dan omelan dari keluargaku. Menurutku kalau pesta lebih kecil (tamu sekitar 1000-an ke bawah), mereka akan jauh lebih bisa meng-handle dibanding pesta yang besar (tamu 2000 ke atas). Ini terbukti dari acara di rumah (lamaran, pengajian, acara adat) semuanya lancar. Aku lihat memang kalau pestanya lebih kecil klien Lembayung pada puas dan Lembayung patut untuk dijadikan konsiderasi.

Oh iya, ini opini objektif dari aku saja ya. Kalau tertarik menyewa Lembayung, monggo tanyakan pendapat beberapa klien mereka, jangan hanya dari aku saja. 

Wedding venue: Balai Samudera (Rating: 9/10)

Kami memilih Balai Samudera karena memang kami menginginkan venue yang dekat dari rumah kami berdua dan yang parkirnya luas. In general, marketingnya Balai Samudera lumayan friendly dan gercep. Bila memakai Balai Samudera juga mendapatkan kamar gratis di Whiz Prime Hotel. Hotel Whiz Prime sih biasa-biasa saja ya dan banyak kamarnya yang bau rokok, tapi okelah bila hanya untuk semalam. Banyak saudara kami menginap disini karena memang harus siap dari pagi.

Anyways, menurut kami Balai Samudera itu cocoknya diisi sekitar 1800 orang, walaupun di website mereka bilang bisa sampai 3000-4000. Kalau sudah lebih dari itu, menurut kami sudah kelihatan crowded-nya dan berisiko jadi sumpek. Kami juga menambah AC dari Watie Iskandar supaya tamu-tamu kami tidak kepanasan. Oh iya, kami sangat suka dengan renovasi karpet baru dan dinding-dinding baru di Balai Samudera (alhamdulillah, jadinya pas acara kami karpetnya masih kinclong banget..). Kebetulan warnanya juga cocok dengan tema kami.

Yang menjadi concern aku hanyalah kalau bisa Balai Samudera ke depannya lebih tegas untuk mengingatkan orang harus keluar by jam berapa supaya kejadian seperti aku tidak terulang lagi. Yang lainnya sih kami tidak ada komplen.

Sekian dulu yaa kali ini. Aku akan mereview vendor lainnya di blogpost berikutnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s