Sebelum, Sesudah, dan Hari H Pernikahan: Thoughts of the Bride

Halo semua!

Kalau kalian sudah baca-baca blog aku, pasti sudah tau kalau aku sudah menikah sekarang. Nah, berhubung aku tau kalau kebanyakan pembaca blogku adalah calon penganten, aku mau sharing sedikit bagaimana rasanya sebelum hari H, di hari H, dan setelah hari H. Oh iya, word of warning – post ini akan cukup panjang ya brides, hehehe.

Sebelum Hari H

Kebetulan karena aku dan ASK itu memang orangnya suka last minute banget, kita baru menyelesaikan daftar VIP sehari sebelum hari H. Jadinya, kami tidak dipingit karena memang harus mengerjakan itu bersama. Orang tua kami juga pragmatis dan tidak terlalu percaya yang seperti itu. Oh iya, acara pengajian dan adat kami (siraman, inai curi) itu di hari Jum’at, sedangkan hari H kami itu di hari Minggu. Untuk keluargaku jadinya di hari Sabtu itu kosong, sedangkan di rumah ASK mertuaku mengadakan halal bihalal.

Di hari Sabtu (sehari sebelum hari H), aku membawa teman-temanku yang terbang dari luar negeri untuk pergi pijit dan pergi makan. Aku pikir tidak enak juga kalau aku tidak meng-host mereka, apalagi mereka sudah jauh-jauh terbang dari Amerika dan Eropa (ada juga yang terbang dekat dari Singapore). Bahkan temanku ada yang terbang dari Polandia dan menginap di Jakarta hanya 4 hari khusus untuk menghadiri pernikahanku. Terharu sekali kan.. Mama dan Papaku namun mewanti-wanti jangan pulang terlalu malam. By jam 7 sudah harus di rumah ya. Nah, jadinya Sabtu siang dan sore aku bulak-balik ke hotel teman-temanku dan membawa mereka pijit dan makan. Pada saat bersama teman-teman, aku tidak begitu kepikiran tentang hari besoknya.

Lain ceritanya saat malam tiba. Aku dan keluargaku memang sengaja menginap di hotel dekat venue-ku supaya pagi-pagi bisa on time, walau sebenarnya rumahku dan venue tidak terlalu jauh. Sebelum ke hotel, aku sibuk menyiapkan semua kebutuhan untuk menginap disana karena takut ada yang tertinggal. Mulai dari semua baju, alat mandi, kontak lens, cairan kontak lens, dll. Nah, sesampainya di hotel aku ingin tidur cepat. Aku set alarm untuk bangun jam 3 pagi karena tim Sanggar Liza akan sampai di venue jam 4. Tapi, di malam itu, aku susah tidur. Bukan gelisah atau deg-degan sih, tapi lebih ke excited banget. Hari pernikahanku tinggal besok! Aku coba berdoa dan berzikir supaya tenang tapi hotelku itu agak berisik. Dan tau kan brides, kalau sedang susah tidur, suara sekecil apapun jadi mengganggu. Tapi, aku sempet tidur-tidur sedikit sih dan alarm pun bunyi. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

Hari H

It’s the morning of my wedding day.

There will never again be a morning quite the same.

Kayaknya seumur hidup aku nggak pernah deh bangun jam 3 pagi segampang ini. Hehehe. Semangat ’45 pokoknya. Aku langsung mematikan alarm, mandi, menyiapkan semua kebutuhan dan berangkat ke Balai Samudera. Bukan main deh senangnya melihat dekorasi sudah mulai dibangun, semua orang sudah siap-siap dan bergegas – my heart was about to explode in happiness and gratitude. Aku memberi tahu salah satu WO (team Lembayung) yang standby di depan kalau aku mau ke kamar penganten. Karena aku mengangkat-angkat baju dan barang-barangku sendiri, dia kaget pas tahu aku pengantennya. Dia nanya “Maaf, mbak dengan siapa?” – aku jawab namaku. Dia langsung “Ya ampun, mbak CPW! Ayo Mbak, aku anter, Mbak sudah ditunggu.” Dia kemudian langsung bicara ke HTnya: “Mbak AS sudah datang. Kita menuju ruang rias penganten.” – Aku dalam hati deg-degan banget.

Di dalam ruang rias, tim Sanggar Liza sudah menunggu. Begitu juga dengan mertua dan adek iparku. Pada saat melihat Mbak Fitri, aku jadi semakin deg-deg-an. Setelah solat Subuh, aku siap dirias. Yang dilakukan duluan adalah konde dan rambutku. Sementara rambutku disasak, Mbak Fitri merias mertuaku. Tidak berapa lama, Mama dan adik-adikku juga sampai di kamar. Setelah kondeku siap, Mbak Fitri baru mulai mendandani aku.

The morning of my wedding day. Photo by Fotologue Photo.

The morning was a blur.Ā 

Semua orang sibuk. Semua orang bersiap-siap. Tiba-tiba waktu menunjukkan pukul 7.30 pagi. Hanya 30 menit sebelum acara serah terima penganten dimulai. Aku menunggu dan disembunyikan di dekat tempat akad. Berhubung aku pakai kain, sebenarnya duduk saja susah. Aku mendengar pidato-pidato penyerahan masing-masing wakil keluarga. ‘Cepetan dong’ – pikirku. Aku sudah tidak sabar. Aku diajak ngobrol oleh tante-tanteku yang menemani aku tapi aku sudah tidak bisa fokus. “Pada saat ijab qabul, jangan lupa istighfar dalam hati Nak” kata salah satu tanteku.

0063

Mahar. Photo by Fotologue Photo.

Bagaimana rasanya jalan menuju meja ijab qabul? Buatku sih rasanya senang luar biasa. Deg-deg-an juga sih, tapi lebih ke senang. Kata ASK, dia deg-degan banget, tapi pas aku dateng he couldn’t take his eyes off me šŸ™‚ . All eyes were on us. Pada saat sampai di meja, aku dan ASK tau – this is it. This is the moment we become husband and wife. Ijab qabul terasa begitu cepat. Setelah sudah sah, aku merasa begitu lega dan bersyukur. Bagian terpenting di hari ini sudah dilewati. Aku dan ASK sudah resmi menjadi suami istri. Pengen nangis terharu.

Bagaimana rasanya berdiri di pelaminan?

Buatku, aku hanya bisa sedikit menikmati pestaku karena aku fokus menyalami semua tamu. Suara musik, MC, hanya terdengar samar-samar. Namun, aku berusaha untuk fokus dan memberi perhatian penuh ke tamu yang menyalami aku karena aku menghargai mereka yang datang susah-susah ke hajatan kami, even bila hanya 2-3 detik. Mulai sekarang, aku bertekad akan selalu berusaha untuk menghadiri undangan pernikahan teman, karena memang kehadiran itu amat sangat berkesan bagi penganten.

Intinya, hari H adalah hari yang akan kamu ingat seumur hidupmu. Enjoy it and be grateful for it!

Oh iya – take some advice from a recent bride: kalau sudah diundang tapi tidak bisa datang ke satu pernikahan, be sure to send your apologies! Menurutku, orang yang sudah diundang kemudian tidak datang dan tidak mengabari apa-apa itu tidak sopan – dan aku ingat siapa saja teman-temanku yang seperti ini. Aku lebih ingat lagi kalau aku datang ke pernikahan mereka sebelumnya. Mungkin saja jatah tamu pemegang hajat terbatas dan karena mengundang kamu, dia tidak mengundang yang lain. Sending your apologies menunjukkan kalau kamu menghargai temanmu yang telah mengundangmu. It’s just the right way of doing things and it fosters a good relationship.

3424

Bersalaman di pelaminan. Photo by Fotologue Photo.

Setelah Hari H

Sehari setelah hari H, aku dan ASK menemani teman-temanku dan teman-teman ASK yang datang dari luar untuk pergi makan. Kami sebetulnya capek banget, tapi kami amat mengapresiasi kehadiran mereka. ASK menginap di rumah orang tuaku untuk sementara, dan buatku yang paling aneh melihat Mamaku sekarang lepas jilbab di depan ASK. Buatku dan ASK, setelah menikah, rasanya jadi tenang. Kehebohan untuk acara sehari semua sudah dilewatkan.

Hari pernikahan kami adalah hari paling bahagia seumur hidup kami berdua, despite semua kekurangan dan imperfections. Kami begitu senang melihat foto dan video dari para tamu dan ucapan selamat dan doa dari teman-teman. Rasanya ingin sekali mengulang kembali hari itu dan menjadi tamu di pernikahan kami sendiri. Sayangnya, sebagai penganten, aku dan ASK hanya sempat menikmati sedikit dekorasi, musik, cerita-cerita MC, maupun makanan di pernikahan kami. Bahkan saat foto dengan VIP, mayoritas aku tidak tahu aku sedang foto dengan siapa (karena kami tidak kedengeran MC). Hehehe. Jadi kami sangat senang bila dikirimi foto atau video.

Relationship kami sekarang tidak ada bedanya dengan sebelum menikah. Sebelum menikah, we were really happy and deeply loved, liked, and respected each other. Setelah menikah, yang kami rasakan sama saja tapi sekarang semuanya sudah dilegitimasi (halal). Yang juga berubah sekarang kami selalu bisa bersama. Pernikahan tidak akan mengubah relationship kalian, brides. Pernikahan hanya akan membuat relationship yang sudah ada 10 kali lipat. Kalau relationshipnya baik, ia akan semakin baik dan menyenangkan. Kalau relationshipnya buruk, well… harus banyak berdoa.

Last but not least —

Aku dan ASK berterimakasih sudah membaca blog kami. I am afraid this will be one of our last posts – if not our last. Aku banyak membaca message dari teman-teman brides yang bilang kalau blogku bermanfaat untuk mereka. Kalau kamu juga merasa demikian, feel free to say hi! Sampai nanti, brides. Semoga persiapan dan pernikahan kita semua lancar dan bahagia selalu.

With love,

Mr & Mrs ASK

2 thoughts on “Sebelum, Sesudah, dan Hari H Pernikahan: Thoughts of the Bride

  1. Icha says:

    mashaAllah happy sekali bacanya mba, samawa inshaAllah ya mba. salam kenal saya jg sedang mempersiapkan pernikahan. luckily saya baca blog ini, helpfull bgt alhamdulillah. thanks for sharing mba šŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s